Arti Sebuah Permainan Catur

Posted on 6 March 2009 by adryantohermawan.
Categories: Kata Hati, Learning About, motivasi.

Permainan catur memang bikin pusing, ada pula yang beranggapan bahwa bermain catur sangatlah membosankan. Namun dari permainan catur  kita belajar yang namanya STRATEGI.

Dimulai dari mempelajari teori pembukaan, dari situ kita belajar bahwa dalam bermain catur, seorang pemain harus mampu mengatur kedudukan dirinya. Harus siap untuk menyerang namun juga mampu bertahan terhadap setiap gempuran serangan musuh.

Seiring dengan pertambahan usia, saya menyadari arti posisi dalam permainan catur. Buah catur apapun yang kita mainkan, kalau kita memiliki posisi yang tepat, maka kemenangan akan dapat kita raih. Walaupun kita memiliki Menteri, Benteng, Gajah dan Kuda lengkap, tetapi tidak dalam posisi yang tepat, maka kemenangan pun bisa sirna di jalan. Inilah manfaat terbesar catur untuk saya yaitu menjadi orang yang berpikir STRATEGI.

Strategi untuk mengembangkan bakat dalam mengambil sebuah langkah keputusan saat ini untuk merencanakan langkah-langkah selanjutnya agar tujuan tercapai.  Namun tidak jarang pula strategi yang saya miliki dalam menjalankan permainan catur, ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan sebelumnya.

10 hal yang menyebabkan kekalahan yang sering saya alami dalam permainan catur :

  1. Terlalu tergesa-gesa dalam bertindak tanpa berfikir kemungkinan yang terjadi
  2. Tidak tanggap terhadap posisi lawan yang mengancam
  3. Tertipu oleh langkah lawan yang terlihat tidak memiliki tujuan berarti
  4. Penyerangan secara bertubi-tubi tanpa memperhatikan pertahanan
  5. Tidak tenang dalam berfikir untuk melakukan tindakan (langkah) jika waktu tersisa sedikit (permainan catur menggunakan waktu)
  6. Mudah terpancing untuk membuka pertahanan
  7. Menganggap remeh pion (prajurit kelas rendah) yang sewaktu-waktu bisa mengancam serta berubah kedudukannya menjadi menteri, benteng,kuda dan luncur
  8. Terlalu percaya diri dengan strategi yang dimiliki tanpa mengetahui strategi yang dimiliki lawan
  9. Kurang tanggap dalam memanfaatkan kesempatan
  10. Hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan kecil yang menghancurkan strategi yang dimiliki sebelumnya

Semoga 10 hal di atas yang menyebabkan kekalahan dalam permainan catur dapat kita hindari dalam menjalankan kehidupan kita.

Free Candle light Dinner & Free Experience To Be Operating Manager Of Cafe

Posted on 20 February 2009 by adryantohermawan.
Categories: Kata Hati, Learning About.

Berawal dari sebuah percakapan ringan di salah satu cafe yang terletak di pusat kota Bandung. Menikmati suasana malam di kota kembang sambil menikmati hidangan makanan dan minuman yang disajikan adalah tujuan kami (saya dan Cindy) malam itu, Selasa 17 Februari 2009. Namun menariknya adalah kami bertemu dengan store manager di cafe tersebut dan kebetulan store manager tersebut adalah senior dari sahabat saya, Cindy semasa kuliahnya dulu. Sekarang saya mengerti maksud dan tujuan Cindy mengajak saya berkunjung ke cafe tersebut.

Sebut saja Hanny sebagai store manager, menurutnya cafe & restoran merupakan tempat untuk makan, namun cafe memiliki pengertian yang berbeda dengan restoran. Di restoran, kebanyakan orang datang untuk mengisi perut dan setelah kenyang, biasanya mereka langsung pergi. Oleh karena itu, restoran biasanya tampil dengan suasana yang tidak membuat pengunjung berlama-lama di dalamnya. Sedangkan cafe identik dengan tempat untuk berbincang-bincang, atau istilahnya kongkow-kongkow, sesama teman atau sepasang kekasih. cafe memfasilitasi tujuan tersebut dengan menghadirkan suasana yang tenang dan sejuk, sehingga pengunjung dapat betah untuk berlama-lama di sana. . (Saya pribadi setuju dengan cara pandangnya)

Seseorang yang bertanggung jawab untuk mengelola sebuah cafe lazim dikenal dengan nama Store Manager. (Awalnya saya tidak tahu store manager itu apa, dan saya kira sama dengan jabatan manager lainnya)

KREATIVITAS ADALAH MODAL UTAMA
Hanny Fitriyani adalah salah seorang figur Store Manager, yang mengelola cafe tersebut. Sudah setahun lebih Hanny menangani cafe yang terletak di Bandung ini. Wanita kelahiran Bogor, 22 Desember 1982, ini mengakui bahwa tugas seorang Store Manager sangat banyak, mulai dari menyusun program-program, bertanggung jawab atas pelaksanaannya, mengkoordinasikan para stafnya, mengurus masalah stock purchase, memeriksa laporan pajak, mencari tempat untuk membuka cabang baru, sampai bertemu dengan suplier-suplier. (Benar-benar sibuk)

“Modal utama seorang store manager adalah ide dan skill,” ujar Hanny. Agar dapat melaksanakan semua pekerjaan tersebut, seorang store manager dituntut untuk selalu kreatif dan aktif. Kreativitas terutama sangat dibutuhkan untuk menyusun program-program yang dapat menarik banyak pengunjung. (SETUJU)

Untuk menjaga dan mengembangkan kreativitasnya, Hanny mengaku banyak berjalan-jalan atau berkunjung ke restoran-restoran atau cafe-cafe lain, dan juga dengan banyak membaca majalah yang dapat memberikan ide baginya. “Dengan demikian, saya bisa melihat resto lain sedang promo apa. Mungkin saja program itu bisa saya terapkan, dengan berbagai modifikasi tentu saja,” katanya. Hanny menambahkan bahwa dia juga sering berkomunikasi dengan cafe-cafe lain untuk bertukar pikiran. (Dia tidak tahu jika saat itu saya sedang melakukan apa yang telah dia lakukan sebelumnya)

Ide yang dibuat tidak langsung menjadi keputusan untuk diterapkan sebagai program cafe. Ide tersebut terlebih dahulu disampaikan kepada General Manager, untuk diteruskan kepada Owner dan baru dapat menjadi sebuah program. “Sampai saat ini program-program yang saya usulkan selalu berjalan dan owner kami sendiri juga sering memberikan masukan untuk program-program yang akan dibuat,” jelas Hanny. (Demokrasi yang perlu diterapkan di setiap perusahaan, SANGAT SETUJU)

Sebagai jabatan yang berada langsung di bawah General Manager, store manager bertanggung jawab untuk memimpin semua pekerja yang berada di cafe. Hanny mengaku sering mengadakan briefing, untuk mendengarkan usulan, keluhan atau kritik dari para bawahannya. Masukan dari mereka diterima dan selanjutnya dibicarakan dengan General Manager untuk ditentukan penyelesaiannya. “Kepada mereka saya tidak terlalu saklek, asalkan mereka tahu job mereka masing-masing. Saya melihat mereka cukup nyaman dengan kerja seperti ini, karena mereka bisa tentuin ini dan itu,” kata Hanny. (Hebat neh cewek, manajemannya oke banget)

Hal tersebut juga berlaku untuk penentuan menu. Meskipun Hanny ikut juga menentukan menu di cafe, tetapi dia juga harus membicarakannya terlebih dahulu dengan juru masaknya. Hanny menambahkan, “Untuk masa-masa tertentu, seperti Valentine Day atau Chinese New Year misalnya, kita membicarakan juga untuk membuat menu apa, dan program itu harus selalu ada.” (Ini dia seorang manajer yang sesungguhnya, cocok dijadikan suri teladan)

SUKA DAN DUKA
“Pekerjaan ini menuntut saya untuk lebih banyak berada di luar kantor,” kata Hanny. Karena dituntut untuk sering bertemu banyak orang, seperti suplier, manager cafe lain, dan tamu-tamu atasannya, Hanny mengaku jadi punya banyak kenalan. “Senangnya pekerjaan ini adalah bisa memperoleh banyak teman. Misalnya saja saya sering ngobrol dengan managernya mall ini, manager food courtnya mall ini atau manager cafe ini. Semua cafe yang ada di Bandung ini managernya saya kenal,” katanya. (Off course, tiap gang di Bandung banyak sekali cafe-cafe yang tumbuh bak jamur dimusim hujan)

Ketika ditanya dukanya menjadi store manager, Hanny menjawab, “Pekerjaan ini banyak menyita waktu saya, termasuk waktu untuk beristirahat.” Sering terjadi, dia harus berangkat pagi-pagi ke kantor, padahal jadwal masuknya adalah sore dan malam sebelumnya dia harus bertugas hingga jam 11 malam. Hanny juga menambahkan bahwa terkadang dia sudah berjanji untuk bertemu seseorang, namun jika atasannya mengatakan bahwa ada tamu yang mau datang, maka dia terpaksa harus in-charge dan tidak bisa ke mana-mana. (Sangat disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalani pekerjaannya)

Sebelum bekerja di Cafe ini, Hanny juga pernah bekerja pada jabatan yang sama di Cafe lain yang terletak di Kelapa Gading, Jakarta. Pada saat itu, dia bekerja sambil menyelesaikan studinya di Inter Study Jakarta jurusan Public Relation. “Ketika itu, saya selalu mengambil shift malam, mulai jam lima sore sampai jam dua belas malam,” tambahnya. (Kuliah sambil nyambi dong)…!

Selama menjadi store manager, Hanny selalu bekerja dengan target. Di dalam pekerjaan, Hanny selalu menyusun program-program menarik untuk menarik pengunjung sebanyak-banyaknya. Di dalam kehidupan pribadi, Hanny mengatakan, “Saya biasanya membuat target seperti umur sekian saya harus punya apa, karena untuk apa bekerja jika tidak mempunyai target.” (Jadi inget Lely, sahabat saya yang di kota Serang-Banten. Dia optimis dengan target kesuksesan karirnya di 5 tahun mendatang. Ayo semangat Lely)

Untuk masa-masa yang akan datang, Hanny akan berusaha untuk menjadi lebih profesional lagi. Dia bertekad untuk dapat lebih memahami tentang dunia yang sedang digelutinya ini. “Siapa tahu bisa membuka cafe sendiri,” kata gadis muda ini tersenyum. (Amin..)

Selama percakapan itu, Hanny tidak tahu jika saya sedang mengamati cafe tersebut sambil mendengarkan cuap-cuapnya dia sebagai bahan pembelajaran saya, dan dia juga tidak tahu jika bidang yang sedang saya tekuni tidak berbeda jauh dengannya…saya dan Cindy hanya bisa tersenyum sambil sedikit tertawa….hehehehe

Percakapan menarik tersebut terhenti, ketika Cindy mengingatkan saya bahwa sudah waktunya kembali pulang untuk menutup toko alfamartnya tepat di jam 10 malam. Dan akhirnya makan malam itu selesai dan tidak mengeluarkan sesenpun dari kantung kami, dikarenakan Hanny melarang kami untuk membayar makanan dan minuman yang telah kami nikmati. Itu sebabnya artikel ini berjudul “Free Candle light Dinner & Free Experience To Be Operating Manager Of Cafe”.

Finally….
she know who i’m……
And she want to be a store manager in Wanda Galuh if she booring in her job now. Well, you are so profesional and i can’t give much money for your salary.
Thanks Hanny for your free of dinner for us and description about management of cafe.
Thank you so much Cindy for bring me to there & introduced Hanny to me. It’s give my inspiration to do more…!!!

Next, I will come  to visit cafe&resto in Banten for my ATM (Analisa-Tiru-Modifikasi) with my partner, Queeny.

=============================================================

KEMBALI KE MENU UTAMA

BACK TO MAIN MENU