| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Apr | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | ||||
Kita tidak terlalu membutuhkan ketenaran, kekuasaan, dan kekayaan
untuk mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik,
tetapi memberikan sedikit kasih kepada sesama
dapat mengubah warna dunia menjadi lebih cerah
karena senyum setiap orang.
Permainan catur memang bikin pusing, ada pula yang beranggapan bahwa bermain catur sangatlah membosankan. Namun dari permainan catur kita belajar yang namanya STRATEGI.
Dimulai dari mempelajari teori pembukaan, dari situ kita belajar bahwa dalam bermain catur, seorang pemain harus mampu mengatur kedudukan dirinya. Harus siap untuk menyerang namun juga mampu bertahan terhadap setiap gempuran serangan musuh.
Seiring dengan pertambahan usia, saya menyadari arti posisi dalam permainan catur. Buah catur apapun yang kita mainkan, kalau kita memiliki posisi yang tepat, maka kemenangan akan dapat kita raih. Walaupun kita memiliki Menteri, Benteng, Gajah dan Kuda lengkap, tetapi tidak dalam posisi yang tepat, maka kemenangan pun bisa sirna di jalan. Inilah manfaat terbesar catur untuk saya yaitu menjadi orang yang berpikir STRATEGI.
Strategi untuk mengembangkan bakat dalam mengambil sebuah langkah keputusan saat ini untuk merencanakan langkah-langkah selanjutnya agar tujuan tercapai. Namun tidak jarang pula strategi yang saya miliki dalam menjalankan permainan catur, ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan sebelumnya.
10 hal yang menyebabkan kekalahan yang sering saya alami dalam permainan catur :
Semoga 10 hal di atas yang menyebabkan kekalahan dalam permainan catur dapat kita hindari dalam menjalankan kehidupan kita.
Berawal dari sebuah percakapan ringan di salah satu cafe yang terletak di pusat kota Bandung. Menikmati suasana malam di kota kembang sambil menikmati hidangan makanan dan minuman yang disajikan adalah tujuan kami (saya dan Cindy) malam itu, Selasa 17 Februari 2009. Namun menariknya adalah kami bertemu dengan store manager di cafe tersebut dan kebetulan store manager tersebut adalah senior dari sahabat saya, Cindy semasa kuliahnya dulu. Sekarang saya mengerti maksud dan tujuan Cindy mengajak saya berkunjung ke cafe tersebut.
Sebut saja Hanny sebagai store manager, menurutnya cafe & restoran merupakan tempat untuk makan, namun cafe memiliki pengertian yang berbeda dengan restoran. Di restoran, kebanyakan orang datang untuk mengisi perut dan setelah kenyang, biasanya mereka langsung pergi. Oleh karena itu, restoran biasanya tampil dengan suasana yang tidak membuat pengunjung berlama-lama di dalamnya. Sedangkan cafe identik dengan tempat untuk berbincang-bincang, atau istilahnya kongkow-kongkow, sesama teman atau sepasang kekasih. cafe memfasilitasi tujuan tersebut dengan menghadirkan suasana yang tenang dan sejuk, sehingga pengunjung dapat betah untuk berlama-lama di sana. . (Saya pribadi setuju dengan cara pandangnya)
Seseorang yang bertanggung jawab untuk mengelola sebuah cafe lazim dikenal dengan nama Store Manager. (Awalnya saya tidak tahu store manager itu apa, dan saya kira sama dengan jabatan manager lainnya)
KREATIVITAS ADALAH MODAL UTAMA
Hanny Fitriyani adalah salah seorang figur Store Manager, yang mengelola cafe tersebut. Sudah setahun lebih Hanny menangani cafe yang terletak di Bandung ini. Wanita kelahiran Bogor, 22 Desember 1982, ini mengakui bahwa tugas seorang Store Manager sangat banyak, mulai dari menyusun program-program, bertanggung jawab atas pelaksanaannya, mengkoordinasikan para stafnya, mengurus masalah stock purchase, memeriksa laporan pajak, mencari tempat untuk membuka cabang baru, sampai bertemu dengan suplier-suplier. (Benar-benar sibuk)
“Modal utama seorang store manager adalah ide dan skill,” ujar Hanny. Agar dapat melaksanakan semua pekerjaan tersebut, seorang store manager dituntut untuk selalu kreatif dan aktif. Kreativitas terutama sangat dibutuhkan untuk menyusun program-program yang dapat menarik banyak pengunjung. (SETUJU)
Untuk menjaga dan mengembangkan kreativitasnya, Hanny mengaku banyak berjalan-jalan atau berkunjung ke restoran-restoran atau cafe-cafe lain, dan juga dengan banyak membaca majalah yang dapat memberikan ide baginya. “Dengan demikian, saya bisa melihat resto lain sedang promo apa. Mungkin saja program itu bisa saya terapkan, dengan berbagai modifikasi tentu saja,” katanya. Hanny menambahkan bahwa dia juga sering berkomunikasi dengan cafe-cafe lain untuk bertukar pikiran. (Dia tidak tahu jika saat itu saya sedang melakukan apa yang telah dia lakukan sebelumnya)
Ide yang dibuat tidak langsung menjadi keputusan untuk diterapkan sebagai program cafe. Ide tersebut terlebih dahulu disampaikan kepada General Manager, untuk diteruskan kepada Owner dan baru dapat menjadi sebuah program. “Sampai saat ini program-program yang saya usulkan selalu berjalan dan owner kami sendiri juga sering memberikan masukan untuk program-program yang akan dibuat,” jelas Hanny. (Demokrasi yang perlu diterapkan di setiap perusahaan, SANGAT SETUJU)
Sebagai jabatan yang berada langsung di bawah General Manager, store manager bertanggung jawab untuk memimpin semua pekerja yang berada di cafe. Hanny mengaku sering mengadakan briefing, untuk mendengarkan usulan, keluhan atau kritik dari para bawahannya. Masukan dari mereka diterima dan selanjutnya dibicarakan dengan General Manager untuk ditentukan penyelesaiannya. “Kepada mereka saya tidak terlalu saklek, asalkan mereka tahu job mereka masing-masing. Saya melihat mereka cukup nyaman dengan kerja seperti ini, karena mereka bisa tentuin ini dan itu,” kata Hanny. (Hebat neh cewek, manajemannya oke banget)
Hal tersebut juga berlaku untuk penentuan menu. Meskipun Hanny ikut juga menentukan menu di cafe, tetapi dia juga harus membicarakannya terlebih dahulu dengan juru masaknya. Hanny menambahkan, “Untuk masa-masa tertentu, seperti Valentine Day atau Chinese New Year misalnya, kita membicarakan juga untuk membuat menu apa, dan program itu harus selalu ada.” (Ini dia seorang manajer yang sesungguhnya, cocok dijadikan suri teladan)
SUKA DAN DUKA
“Pekerjaan ini menuntut saya untuk lebih banyak berada di luar kantor,” kata Hanny. Karena dituntut untuk sering bertemu banyak orang, seperti suplier, manager cafe lain, dan tamu-tamu atasannya, Hanny mengaku jadi punya banyak kenalan. “Senangnya pekerjaan ini adalah bisa memperoleh banyak teman. Misalnya saja saya sering ngobrol dengan managernya mall ini, manager food courtnya mall ini atau manager cafe ini. Semua cafe yang ada di Bandung ini managernya saya kenal,” katanya. (Off course, tiap gang di Bandung banyak sekali cafe-cafe yang tumbuh bak jamur dimusim hujan)
Ketika ditanya dukanya menjadi store manager, Hanny menjawab, “Pekerjaan ini banyak menyita waktu saya, termasuk waktu untuk beristirahat.” Sering terjadi, dia harus berangkat pagi-pagi ke kantor, padahal jadwal masuknya adalah sore dan malam sebelumnya dia harus bertugas hingga jam 11 malam. Hanny juga menambahkan bahwa terkadang dia sudah berjanji untuk bertemu seseorang, namun jika atasannya mengatakan bahwa ada tamu yang mau datang, maka dia terpaksa harus in-charge dan tidak bisa ke mana-mana. (Sangat disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalani pekerjaannya)
Sebelum bekerja di Cafe ini, Hanny juga pernah bekerja pada jabatan yang sama di Cafe lain yang terletak di Kelapa Gading, Jakarta. Pada saat itu, dia bekerja sambil menyelesaikan studinya di Inter Study Jakarta jurusan Public Relation. “Ketika itu, saya selalu mengambil shift malam, mulai jam lima sore sampai jam dua belas malam,” tambahnya. (Kuliah sambil nyambi dong)…!
Selama menjadi store manager, Hanny selalu bekerja dengan target. Di dalam pekerjaan, Hanny selalu menyusun program-program menarik untuk menarik pengunjung sebanyak-banyaknya. Di dalam kehidupan pribadi, Hanny mengatakan, “Saya biasanya membuat target seperti umur sekian saya harus punya apa, karena untuk apa bekerja jika tidak mempunyai target.” (Jadi inget Lely, sahabat saya yang di kota Serang-Banten. Dia optimis dengan target kesuksesan karirnya di 5 tahun mendatang. Ayo semangat Lely)
Untuk masa-masa yang akan datang, Hanny akan berusaha untuk menjadi lebih profesional lagi. Dia bertekad untuk dapat lebih memahami tentang dunia yang sedang digelutinya ini. “Siapa tahu bisa membuka cafe sendiri,” kata gadis muda ini tersenyum. (Amin..)
Selama percakapan itu, Hanny tidak tahu jika saya sedang mengamati cafe tersebut sambil mendengarkan cuap-cuapnya dia sebagai bahan pembelajaran saya, dan dia juga tidak tahu jika bidang yang sedang saya tekuni tidak berbeda jauh dengannya…saya dan Cindy hanya bisa tersenyum sambil sedikit tertawa….hehehehe
Percakapan menarik tersebut terhenti, ketika Cindy mengingatkan saya bahwa sudah waktunya kembali pulang untuk menutup toko alfamartnya tepat di jam 10 malam. Dan akhirnya makan malam itu selesai dan tidak mengeluarkan sesenpun dari kantung kami, dikarenakan Hanny melarang kami untuk membayar makanan dan minuman yang telah kami nikmati. Itu sebabnya artikel ini berjudul “Free Candle light Dinner & Free Experience To Be Operating Manager Of Cafe”.
Finally….
she know who i’m……
And she want to be a store manager in Wanda Galuh if she booring in her job now. Well, you are so profesional and i can’t give much money for your salary.
Thanks Hanny for your free of dinner for us and description about management of cafe.
Thank you so much Cindy for bring me to there & introduced Hanny to me. It’s give my inspiration to do more…!!!
Next, I will come to visit cafe&resto in Banten for my ATM (Analisa-Tiru-Modifikasi) with my partner, Queeny.
=============================================================
Milikilah sebuah hati yang tidak pernah membenci…
Sebuah senyuman yang tidak pernah pudar…
Sebuah sentuhan yang tidak pernah menyakiti…
Dan Sebuah persahabatan yang tidak pernah berakhir…
Siapapun Anda…
Apapun Anda…
Dimanapun Anda…
Rasakanlah kasih sayang itu…
Kasih sayang yang tidak hanya untuk hari ini…
Namun untuk selamanya…
Kasih sayang tidak cukup diucapkan…
Namun dirasakan…
Note : The pitcure dedication to the girl who loved me before.
=============================================================
Berikan kasih sayang Anda jika tertarik untuk meresponnya.
Give Your love if want to response.
=============================================================
( Judul tulisan di atas dalam blog ini di ilhami oleh sindiran saya kepada seluruh pekerja WANDA GALUH agar mereka bisa memahami arti dari suatu pekerjaan. Semoga Anda yang membaca tulisan ini tidak ikut merasa tersindir. Karena saya yakin bahwa Anda jauh lebih mulia daripada saya)
Uang tidak perlu dicari…? Ah, masa iya? Bayar tagihan telepon & internet, pulsa untuk hand phone apalagi hand phone nya banyak, listrik, bahan bakar dan perawatan kendaraan, keperluan makan, minum, dll. Semua menggunakan uang. Jadi, uang tetap perlu dicari.
Mungkin ini menjadi argumentasi Anda ketika membaca judul artikel ini. Anda tidak salah, tetapi juga tidak 100% benar. Semua ini memang perlu uang, tapi bukan berarti uang yang diperlukan harus dicari atau dikejar. Yang perlu dilakukan adalah membuat uang mengejar ataupun mencari Anda.
Jika Anda Mengejar atau Mencari Uang.
Sesuatu yang dikejar biasanya larinya lebih kencang. Sesuatu yang dicari, biasanya tidak terlihat, atau sedang dalam keadaan hilang. Mengejar dan mencari merupakan dua aktivitas yang tidak mudah dilakukan karena banyak hambatan yang akan ditemui.
Mengejar Uang.
Dalam kegiatan mengejar, faktor kunci sukses adalah kecepatan dan stamina. Siapa mempunyai stamina untuk secara konsisten (terus-menerus) memacu kecepatan yang lebih tinggi dari yang dikejar maka dia mungkin akan berhasil. Demikian pula dengan orang yang mengejar uang. Ia harus selalu menjaga stamina untuk memacu kecepatannya untuk mendapatkan uang yang dikejar. Sekali ia lengah, maka ia akan tertinggal jauh. Jika ia tertinggal jauh, maka uang semakin tak terkejar, bahkan mungkin ia akan tersingkir dari pertarungan mengejar uang. Ini jugalah yang terjadi pada orang ataupun perusahaan yang semata mengejar uang. Mereka akan berusaha melakukan apa pun juga, termasuk hal yang tidak positif untuk menjegal lawan. Mereka akan berusaha melakukan apa pun juga untuk mendapatkan uang seperti memotong biaya dan meningkatkan pendapatan secepatnya.
Keputusan ini seringkali terikat pada keuntungan jangka pendek saja. Akibatnya kelangsungan hidup di jangka panjang menjadi korban. Perusahaan ataupun orang yang menerapkan prinsip ini tidak akan bertahan lama. Pada suatu saat, mereka akan tersingkir dari arena pertandingan lari untuk mengejar uang. Misalnya, perusahaan yang hanya mengejar uang, akan cenderung berusaha mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya tanpa memikirkan lebih jauh dampak dari tindakan ini di masa datang. Mereka mungkin akan menaikkan harga, menurunkan kualitas agar dapat memperoleh laba besar. Mereka juga akan membujuk target pasar dengan segala cara termasuk menipu target pasar untuk membeli produk mereka. Akibat dari kedua praktik pengejaran uang ini adalah kekesalan pelanggan.
Ketika pelanggan sadar bahwa apa yang mereka dapatkan jauh di bawah standar yang ditawarkan perusahaan, pelanggan akan marah dan jera membeli produk perusahaan yang sudah dianggap menipu mereka tersebut.
Mencari Uang.
Bagi mereka yang berusaha mencari uang, segala sesuatu cenderung akan diukur dengan uang. Kualitas yang mereka tawarkan akan diukur dengan uang yang mereka dapatkan. Jika mereka hanya mendapatkan uang dalam jumlah kecil, maka mereka juga akan memberikan kualitas kerja yang rendah. Mereka merasa rugi jika harus berusaha yang terbaik, sementara gaji yang mereka dapatkan dianggap belum memadai. Waktu yang mereka dedikasikan juga mereka ukur dengan uang. Jika mereka harus memberi waktu banyak, maka mereka juga akan mengharapkan upah yang lebih banyak. Mereka tidak akan mau bekerja melebihi waktu bayaran mereka.
Misalnya, sebut saja seorang karyawan “A” yang berprinsip bekerja untuk mencari uang. Ketika mendapat kesempatan dari perusahaan untuk menunjukkan kualitas yang lebih tinggi dari apa yang ada pada job description yang telah ditanda-tangani, “A” dengan tegas menolak karena ia tidak mau bekerja lebih dari bayaran yang diterima. Akibatnya, kesempatan ini diberikan kepada “B” yang dengan senang hati menerima kesempatan emas tersebut. “B” berprinsip, jika ia bisa membuktikan bahwa ia bisa melakukan tanggung jawab yang lebih tinggi, maka ada kemungkinan ia akan dipercaya untuk mendapat posisi dengan tanggung jawab baru tersebut. Dengan sendirinya pasti kompensasi finansial pun akan meningkat.
Jika Anda Tidak Mengejar Uang
Jika Anda tidak mengejar uang, tetapi kualitas dan kepuasan kerja, maka uang pun akan dengan sendirinya mengejar Anda.
Uang memang perlu, tapi bukan untuk dijadikan tujuan akhir yang harus dikejar. Yang perlu dilakukan adalah membuat uang mencari Anda dengan mendasarkan tujuan hidup dan setiap keputusan yang Anda ambil pada sesuatu yang lebih mulia dari uang.
=============================================================
Mohon tinggalkan komentar di bawah artikel yang diposting jika Anda tertarik untuk menangggapinya. Atau bisa juga kirim komentar Anda melalui alamat e-mail :comment@journalist.comPlease leave comment under posting article if you are interesting to discusss it. Or you can send comment to e-mail address :comment@journalist.com
Klik disini untuk kembali ke halaman utama
Click here to back home
Sehubungan dengan kehidupan saya sehari-hari yang berhubungan dengan usaha pemancingan, maka timbullah rasa keingin tahuan makna lain dalam kegiatan memancing ini. Kebanyakan orang memandang kegiatan memancing hanya untuk menyalurkan hobi, melepas stres, dan juga mendatangkan kepuasan tersendiri ketika ikan menyambar umpan yang dipasang mereka.
Namun saya mencoba memandang kegiatan memancing dari sudut yang berbeda. Yakni menghubungkan antara kegiatan memancing dengan kegiatan berbisnis. Ada beberapa keuntungan apabila kita rutin meluangkan waktu memancing bagi perkembangan bisnis, antara lain :
1. Melatih Konsentrasi. Pada saat memancing, kita harus mengkonsentrasikan pikiran kita agar umpan tidak begitu saja disambar oleh ikan dan melarikan diri.
2. Melatih Kesabaran. Terkadang pada saat umpan diturunkan ke air, memerlukan waktu sebelum umpan benar-benar menarik perhatian ikan untuk dimakan. Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan, tapi hal ini akan bermanfaat melatih kesabaran kita.
3. Menggunakan Umpan yang tepat. Agar ikan menyambar umpan yang telah kita pasang, maka kita harus mengetahui jenis umpan seperti apa yang nantinya disukai ikan tersebut.
4. Menggunakan Peralatan yang tepat. Stick pancing, tali serta pengait umpan yang tepat bisa membantu dalam memudahkan menangkap ikan. Stick yang kaku dan tidak lentur akan mudah patah, tali yang kuat akan memberikan pengaruh pada saat tergesek batu atau karang agar tidak mudah putus.
5. Mencari Daerah yang disukai ikan. Tidak semua tempat didalam kolam disukai ikan, seringkali ikan bergerombol ditempat yang teduh atau ditempat dimana ada arusnya.
Timing yang tepat dalam pengambilan keputusan bisnis sangat menentukan keberhasilan sebuah transaksi. Hal ini memerlukan latihan berulang-ulang agar secara naluriah kita bisa merasakan nya dan menikmatinya. Untuk melatihnya kita bisa mengaplikasikan tips-tips diatas dalam menjalankan bisnis dan lihat apa yang akan terjadi setelahnya.
Oleh sebab itu, sering-seringlah Anda memancing di kolam pemancingan WANDA GALUH, untuk melatih kegiatan berbisnis Anda menjadi sukses.
Salam sukses….Adryanto Hermawan, ST
=============================================================
Mohon tinggalkan komentar di bawah artikel yang diposting jika Anda tertarik untuk menangggapinya. Atau bisa juga kirim komentar Anda melalui alamat e-mail :comment@journalist.comPlease leave comment under posting article if you are interesting to discusss it. Or you can send comment to e-mail address :comment@journalist.com
Klik disini untuk kembali ke halaman utama
Click here to back home
Tahun lalu (2008) yang baru saja kita lewati telah menorehkan banyak pengalaman berharga. Kemenangan, kelulusan, prestasi, kenaikan pangkat, dan berbagai kesuksesan lain bersanding dengan kepedihan, kegagalan, kekecewaan, musibah, dan krisis. Semuanya ini memberikan pelajaran berharga bagi kita untuk memulai tahun baru (2009) dengan membuka lembaran baru: resolusi baru untuk meraih sukses.
Resolusi 1: Belajar
Analogikan tempat kerja sebagai ruang kelas. Dengan analogi ini, kita diajak untuk memetik pelajaran dari hari-hari ”belajar” di tempat kerja. Pelajaran ini penting untuk meningkatkan diri (pengetahuan, keterampilan, dan sikap).
Lalu bagaimana caranya belajar di tempat kerja? Yang pertama adalah ”Ask, Listen, Learn” (bertanya, mendengar, dan belajar). Jika kita menemukan hal-hal yang membingungkan, meragukan, ataupun yang membangkitkan rasa ingin tahu kita, jangan ragu-ragu untuk mengajukan pertanyaan (pada teman sekerja, atasan, bawahan, sesama rekan kerja, pelanggan, dan supplier).
Setelah pertanyaan kita ajukan, kita perlu mendengarkan dengan penuh perhatian, penjelasan ataupun contoh-contoh yang diberikan kepada kita. Dengan mendengarkan penjelasan dan contoh-contoh tersebut, kita bisa mendapatkan berbagai pelajaran berharga untuk kemajuan kita.
Kita juga bisa belajar dengan menengok ke masa lalu, yaitu belajar dari pengalaman masa lalu, baik pengalaman sukses (agar kita bisa mengulang sukses atau meraih sukses yang lebih tinggi), maupun pengalaman gagal (agar kita tidak perlu mengalaminya lagi dan bisa mengambil langkah nyata untuk memperbaiki kesalahan ataupun kerugian yang telah terjadi).
Resolusi 2: Bergerak Maju
Tidak ada seorangpun yang ingin kariernya ataupun kesuksesannya berjalan di tempat, apalagi yang ingin kariernya mundur. Kita semua ingin maju. Jika kemajuan yang kita inginkan, kitapun harus bergerak maju.
Caranya?
Untuk bergerak maju, kita harus mau menerima tanggung jawab yang lebih besar dari apa yang kita telah jalankan saat ini. Jika seorang pegawai ingin maju, ia harus bersedia menerima tanggung jawab yang lebih tinggi dari jabatannya saat ini. Mungkin untuk beberapa saat, tanggung jawab belum disertai dengan kenaikan jabatan ataupun gaji.
Namun, jika orang tersebut telah mampu membuktikan kemampuannya untuk menjalankan tanggung jawab yang lebih besar, ketika lowongan terbuka, kemungkinan besar ialah yang akan mendapatkan kesempatan promosi tersebut.
Untuk maju, kita jangan hanya menunggu sampai tanggung jawab lebih besar diberikan ataupun datang pada kita. Kita harus proaktif untuk menunjukkan bahwa kita telah siap menjalankan tanggung jawab yang lebih tinggi (misalnya: dengan menawarkan bantuan, solusi, kesediaan untuk menjalankan tanggung jawab yang lebih besar).
Resolusi 3: Komunikasi
Semua masalah dalam hubungan antar pribadi berakar dari masalah komunikasi. Jadi, kuasailah keterampilan komunikasi yang efektif. Perhatikan mereka yang Anda anggap efektif dalam berkomunikasi dan mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Bergurulah kepada mereka, baik dengan bertanya langsung maupun dengan mengamati dan meneladani apa yang mereka lakukan. Apa yang harus kita komunikasikan? Kita bisa mengomunikasikan target yang ingin kita raih kepada rekan dalam satu tim, dan rekan dalam tim-tim lain yang terkait. Dengan demikian mereka bisa mendukung kita (dan sebaliknya kita bisa membantu mereka) untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Kita juga bisa mengkomunikasikan perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan kepada atasan, kepada karyawan, ataupun kepada pelanggan, sehingga mereka sadar bahwa kita telah melakukan sesuatu yang lebih baik untuk kepentingan mereka ataupun kepentingan bersama. Kita bisa mengomunikasikan standar kualitas pada para supplier, sehingga mereka bisa menyediakan barang-barang sesuai dengan standar kualitas yang diinginkan. Komunikasi ini harus dilakukan terus-menerus dengan monitoring dan pengecekkan di beberapa tingkatan untuk memastikan agar apa yang kita komunikasikan dapat ditangkap dengan benar.
Resolusi 4: Identifikasi Keunikan
Agar kita ataupun perusahaan kita bisa tampil menonjol dibandingkan dengan yang lain, kita perlu memiliki keunikan (yang tidak dimiliki pihak lain). Tanpa keunikan, kita tidak akan ”terlihat” dan ”dipilih” oleh orang lain.
Jika kita belum menemukan keunikan kita di tahun yang lalu, tahun ini kita perlu memiliki tekad dan upaya untuk menemukan keunikan tersebut. Jika keunikan telah berhasil kita temukan, kita perlu memperlihatkan dan mempromosikan keunikan tersebut kepada orang lain.
Resolusi 5: Lakukanlah yang Terbaik
Selain memiliki keunikan, kita juga perlu melakukan yang terbaik dan menjadi yang terbaik pada bidang yang kita tekuni. Jika kita tidak bisa menjadi yang terbaik, kita juga tidak akan terlihat unggul.
Keunggulan inilah yang akan membentuk reputasi kita. Kualitas diri (reputasi) akan selalu diingat orang. Jika kita tidak senantiasa berusaha melakukan yang terbaik, maka orang tidak akan menaruh kepercayaan pada kita. Sebaliknya, dengan senantiasa berusaha melakukan yang terbaik, orang akan melihat keseriusan kita dan kualitas kita yang sebenarnya, dan orangpun akan percaya untuk berbisnis dengan kita. Jadi, janganlah pernah mau melakukan hal-hal yang kualitasnya berada di bawah kemampuan kita. Jangan juga mengorbankan kualitas terbaik kita hanya karena uang ataupun keterbatasan waktu. Dengan menawarkan ataupun menunjukkan kualitas yang rendah, orang akan percaya bahwa itulah kualitas terbaik kita (padahal kita bisa melakukan yang lebih baik dari itu). Intinya: Lakukan yang terbaik sesuai dengan kualitas diri kita sebenarnya, karena kualitas diri merupakan modal kita untuk berbisnis ataupun beraktivitas dalam masyarakat di bidang apapun yang kita tekuni.
Resolusi 6: Kendalikan Kelemahan
Selain keunggulan ataupun keunikan, setiap orang pasti punya kelemahan. Tugas kita tidak berhenti pada upaya meningkatkan keunggulan saja, tetapi juga mengendalikan kelemahan, karena kelemahan ini bisa menjadi batu sandungan untuk kejatuhan kita jika tidak dikendalikan dengan baik. Apa yang bisa kita lakukan dengan kelemahan ini? Paling tidak ada dua hal yang bisa kita lakukan. Yang pertama adalah mengubah kelemahan menjadi kekuatan.
Yang kedua adalah ”mengalahkan” kelemahan sehingga kelemahan bukan menjadi penghalang untuk sukses.
Resolusi 7: Berikan Penghargaan
Semangat juang kita untuk melakukan yang terbaik dalam meraih sukses bisa saja mengalami pasang surut. Untuk terus memompakan semangat, kita perlu juga memberikan penghargaan pada kesuksesan-kesuksesan ”kecil” yang berhasil kita raih dalam perjalanan menuju kesuksesan besar. Banyak hal bisa kita lakukan untuk memberikan penghargaan pada diri sendiri. Ketika kita berhasil menyelesaikan sebuah artikel, kita bisa memberikan penghargaan berupa kesempatan untuk memainkan computer game yang kita senangi untuk beberapa ronde.
Setelah berhasil menyelesaikan sebuah tugas, kita bisa memberikan penghargan ”nonton film di 21” atau ”tempat hiburan yang baik” untuk kita nikmati. Setelah kita berhasil menyelesaikan sebuah tugas besar yang terus menerus dilakukan dalam beberapa bulan, kita bisa mengambil ”cuti” untuk beristirahat di rumah atau berakhir pekan ke luar kota.
Jadi, penghargaan tidak harus selalu berupa uang atau barang berharga. Penghargaan ini bisa kita tentukan terlebih dahulu, sebelum memulai suatu tugas atau pekerjaan. Dengan demikian, kita memilki semangat tinggi untuk menyelesaikan tugas tersebut dengan harapan dapat menikmati ”penghargaan” di akhir tugas.
Resolusi 8……? ( Mohon beri masukan jika Anda meiliki resolusi-resolusi lainnya )
Kepedihan dari kegagalan, masalah, dan musibah yang kita alami di tahun yang lalu tidak perlu kita ingat lagi. Yang perlu kita ingat adalah pelajaran yang bisa kita petik dari pengalaman-pengalaman tersebut. Tahun ini, dengan semangat baru, kita bisa membuka lembaran baru untuk bangkit kembali meraih kemenangan. Sukses untuk kita semua.
Selamat Tahun Baru.
=============================================================
Mohon tinggalkan komentar di bawah artikel yang diposting jika Anda tertarik untuk menangggapinya. Atau bisa juga kirim komentar Anda melalui alamat e-mail :comment@journalist.com
Please leave comment under posting article if you are interesting to discusss it. Or you can send comment to e-mail address :comment@journalist.com
Klik disini untuk kembali ke halaman utama
Click here to back home
Tekanan dalam kehidupan sehari - hari itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari.
(Tulisan ini di muat bukan berasal dari pemikiran saya sendiri, namun tulisan ini dapat memotivasi kita untuk terus melangkah walau banyak rintangan / hambatan / cobaan dalam kehidupan kita. Hidup tanpa cobaan, tidak dapat membuat diri kita berubah menjadi lebih baik)
4 TIPE MANUSIA DALAM MENGHADAPI TEKANAN HIDUP :
1. Tipe Kayu Rapuh
Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh
pada saat kesulitan terjadi. Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.
2. Tipe Lempeng Besi
Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut. Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau
berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.
3. Tipe Kapas
Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.
4. Tipe Bola Pingpong
Tipe keempat,. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya. Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya.
Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda..? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini. Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda…?
====================================================
Note : Tulisan ini di muat di karenakan sahabat saya yang berinisial Wi3nd sedang mengalami musibah (4 Februari 2009). Semoga Wi3nd dapat melewati cobaan tersebut.
=============================================================
Mohon tinggalkan komentar di bawah artikel yang diposting jika Anda tertarik untuk menangggapinya. Atau bisa juga kirim komentar Anda melalui alamat e-mail :comment@journalist.com
Please leave comment under posting article if you are interesting to discusss it. Or you can send comment to e-mail address :comment@journalist.com
Klik disini untuk kembali ke halaman utama
Click here to back home
Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya. saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai…
Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya….
Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya….
Saya belajar, bahwa cinta itu memberi dan mengerti tanpa harus diberi dan dimengerti..
Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu belajar memahami arti persahabatan…
Saya belajar, bahwa sebaik-baiknya mereka kepada saya, mereka pasti pernah melukai perasaan saya….dan untuk itu saya harus bealajar memaafkannya…
Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain… kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus-menerus…
Saya belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang telah saya lakukan..
Saya belajar, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda…
Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya…
Saya belajar, bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati…
Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasi diri saya…
Saya belajar, bahwa saya harus belajar dari kesalahan yang pernah saya lakukan dan hidup untuk masa depan, bukan terus-menerus melihat ke masa lampau…
Saya belajar, bahwa apa yang saya inginkan tidak selalu sesuai dengan apa yang saya butuhkan, dan saya harus berlapang dada menerimanya…
Saya belajar, bahwa keluarga saya adalah harta terbesar yang saya miliki…
Saya belajar, bahwa dengan berterima kasih pada Yang Maha Kuasa, maka Ia akan memberi rahmat lebih banyak lagi…
Saya belajar, bahwa saya harus tidak boleh berhenti belajar…dan saya belajar untuk terus belajar…
Sebagian besar manusia mempunyai cita-cita yang tinggi dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Ada yang bercita-cita menjadi seorang PNS, dokter, menteri, pengusaha bahkan Presiden. Mereka berusaha mengejar dan memperjuangkannya agar semua keinginannya terwujud.Bila seseorang yang bercita-cita menjadi PNS, maka cita-cita selanjutnya mendapatkan jabatan eselon 4, eselon 3, eselon 2 bahkan eselon 1. Semua keinginan itu, merupakan hal yang wajar dimiliki oleh orang yang berprofesi sebagai PNS.
Begitu pula bila berada dalam bidang politik, mereka bercita-cita jadi anggota DPR, menteri bahkan Presiden dengan tekad dalam hatinya untuk memakmurkan bangsa dan negara. Merasa yakin bahwa hanya dialah yang bisa membuat bangsanya sejahtera dan makmur.
Namun semua cita-cita di atas tidaklah abadi dan bahkan akan menjadi bumerang bagi mereka sendiri, bila tidak dilandasi dengan cita-cita yang agung, cita cita tertinggi yang seharusnya dikejar oleh setiap manusia. Cita-cita yang dasyat itu adalah berada dalam kebahagiaan yang tak akan pernah pudar yaitu menjadi salah seorang penghuni surga di kehidupan abadi nanti.
Bila seseorang berjuang dan berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkannya tanpa dilandasi cita-cita agung di atas, maka untuk mendapatkannya mereka umumnya cenderung dengan menghalalkan berbagai macam cara, baik itu melalui suap, menginjak bawahan, menjilat atasan, mensikut teman sejawat serta banyak lagi tindakan-tindakan lain yang pada dasarnya akan merugikan mereka sendiri.
Dan bila mereka sudah mencapai kedudukannya, mereka akan cenderung menghina profesi yang hina dimatanya. Seorang pengusaha yang sukses akan menghina seorang pedagang asongan, seorang pejabat akan menghina seorang pemulung, dan banyak lagi tindakan lain yang semakin membuat sombong dengan apa yang mereka miliki.
Begitu juga sebaliknya seorang yang masih belum mencapai cita-citanya tanpa dilandasi dengan cita-cita masuk surga-Nya, maka mereka yang masih berada di bawah akan cenderung silau dengan kedudukan orang yang berada di atasnya. Seorang pegawai rendahan akan begitu mengagungkan kedudukan seorang presiden, seorang pesuruh akan begitu gentar melihat kedudukan seorang anggota DPR dan seorang staf akan terkagum-kagum terhadap jabatan tertinggi di tempat kerjanya. Hal ini diakibatkan karena hanya mengejar cita-cita yang ada di dunia yang fana ini..
Bila seseorang tidak memiliki cita-cita mendapatkan kebahagiaan abadi nanti, maka pada saat jabatannya hilang. Orang tersebut akan cenderung merasakan hidupnya telah berakhir dan muncul kekecewaan dihatinya. Banyak diantara mereka yang akhirnya stroke dan stress berat akan kondisi itu. Bahkan adapula orang yang menderita akibat cita-cita tertingginya di dunia ini. Sebagaimana yang pernah tercatat dalam sejarah mengenai penderitaan para penguasa sebuah negeri besar, seperti Hitler, Firaun, Korun, Marcos dan banyak lagi para pemimpin sebuah negara lainnya yang dihujat dan tercatat sebagai orang yang dibenci oleh rakyatnya sebagai akibat dari cita-cita yang dimilikinya tersebut.
Namun bila kita melihat cita-cita yang jauh lebih tinggi, yaitu bercita-cita mendapatkan surga-Nya. maka dia akan nyaman dengan berbagai macam profesi yang dijalani yang sesuai dengan kemampuan dan keunikan yang dimilikinya. Baik itu sebagai pemulung, pengusaha, staf, anggota DPR bahkan presiden. Dan diantara mereka tidak akan ada saling menghina dan saling mengagungkan. Karena cita-cita mereka yang sebenarnya adalah kehidupan setelah kematian.
Seorang pemulung tidak harus menjadi presiden untuk mendapatkan cita-cita termulianya. Begitu pula seorang presiden tidak mesti jadi seorang pemulung untuk mencapai surga-Nya. Seseorang dapat mencapai cita-cita tertinggi tersebut dengan berbagai profesi yang sesuai dengan anugrah kemampuan yang mereka miliki. Mereka yang berbeda profesi akan saling menghormati, menyayangi serta saling menasehati untuk mencapai kebaikan bersama. Mereka akan melihat bahwa hidup di dunia ini sebagai tempat untuk bercocok tanam yang akan didapatkan hasilnya di kehidupan abadi nanti.
Mereka akan melakukan pekerjaannya dengan selalu waspada jangan sampai setiap yang dilakukannya malah menjauhkan mereka dari cita-cita tertingginya. Mereka akan berusaha melakukan yang terbaik yang sesuai dengan petunjuk-Nya. Sesuatu yang tidak bertentangan dengan rambu-rambu yang telah diturunkan oleh Sang Maha Pemilik Kebahagiaan Abadi, yaitu melalui aturan yang ada dalam Kitab Suci-Nya dan apa yang telah dicontohkan oleh perilaku para Nabi-Nya.
( Untukku yang belum memiliki Cita - Cita Agung )